Selasa, 31 Agustus 2010

Rekoleksi Pengurus Baru



MANDI DENGAN HP DI CELANA!

Sebanyak 96 peserta mengikuti rekoleksi dan rekreasi di Hotel Retno, Anyer (28-29 Agustus). Mereka adalah para ketua lingkungan, koordinator wilayah dan seksi-seksi yang baru paroki St.Helena. Bertindak sebagai pembimbing Rekoleksi adalah Rm.M.Harry Sulistyo Pr, ketua Komsos KAJ. Adapun tema rekoleksi: Becoming a well Organized Family.

Acara dikemas dengan sangat detail dan rapih, bahkan sejak keberangkatan dan dalam perjalanan. Panitia telah bekerja keras demi acara bersama ini. Tidak heran bahwa hampir semua peserta memuji rekoleksi ini amat mengesankan dan berguna. Pak Benny Sugiharto adalah komandan panitia merangkap ketua Karaoke dan pemimpin Ibadat. Ibu Wiwik Kresentia bertindak sebagai MC, pemandu games dan “pembuat onar” sekaligus. Ibu Lili Tedja adalah seksi sibuk merangkap pencari sponsor (semua peserta mendapat kaos yang manis, radio kecil dan pelbagai hadiah lainnya seperti voucher belanja di Hypermart). Seksi konsumsi dibawah komando ibu Betty menyiapkan makanan-minuman yang bervariasi dan berkelimpahan….

Ada tiga peserta yang kebetulan merayakan ulang tahun. Panitia telah merancang acara khusus untuk mereka. Sesudah olah raga pagi, semua peserta dikumpulkan di tepi pantai. Oya, lokasi Hotel Retno memang persis di pinggir pantai. Panitia mengumumkan bahwa ada acara foto bersama. Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, panitia meminta peserta menyerahkan dompet, arloji dan Hand Phone peserta. Pak Idarus Supardi, salah satu yang berulang tahun tidak kelihatan, entah kemana. Sesudah acara foto selesai, bapak Thomas Didik Priyono dan Purwoko Djati yang berulang tahun, disergap beramai-ramai dan dilemparkan ke laut. Pada saat itulah muncul bapak Idarus Supardi. Rupanya pak Supardi baru selesai mandi dan necis dengan pakaian bersih. Tanpa ampun pak Supardi juga disergap dan diceburkan ke laut. Pak Supardi gelagapan dan basah kuyup, termasuk HP-nya yang tidak sempat diamankan panitia…..Pak Supardi tidak sempat marah karena ia melihat bu Lili datang membawa kue ulang tahun dan menyerahkannya kepadanya. Selamat ulang tahun pak! (Foto hasil jepretan pak Andi Singgih).

Heri Kartono, OSC

Senin, 30 Agustus 2010

Misa Krisma



BERTEMU PAUS DI PAROKI SANTA HELENA

Uskup Agung Jakarta, Mgr.Ign.Suharyo Pr berkunjung ke paroki Santa Helena, Lippo Karawaci (21/08/2010). Uskup memang diundang untuk memberikan sakramen Krisma. Sebanyak 108 orang telah disiapkan selama 3 bulan oleh panitia khusus. Mereka datang dengan pakaian atas putih dan bagian bawah gelap.

Panitia dan Dewan menyambut Uskup secara layak. Sebuah karpet merah yang baru digelar didalam Gereja untuk dilalui uskup. Hiasan gerejapun terasa lebih semarak dari biasanya. Bangku-bangku tempat duduk para krismawan/wati juga dihias cantik dengan bunga. Uskup sendiri merasa takjub melihat paroki St.Helana yang besar. “Keuskupan Jakarta bisa pindah kemari!”, ujar uskup berseloroh.

Upacara diawali dengan prosesi panjang. Ada 10 misdinar, 10 prodiakon, 2 imam dan 12 puteri sakristi ikut juga berpartisipasi. Seluruh rangkaian misa Krisma berjalan dengan lancar. Selesai misa, seluruh petugas kembali ke Sakristi dengan prosesi juga. Beberapa anak menyalami Uskup yang berjalan di bagian paling belakang. Seorang anak kecil dengan antusias berlari-lari menyongsong uskup sambil berkata keras: “SELAMAT SORE PAUS!”. Semua yang mendengar tersenyum-senyum, sementara Uskup menyambut salam anak dengan hangat.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama. Para krismawan/wati diatur sesuai dengan wilayah masing-masing berpotret bersama Uskup. Beberapa orang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk berfoto secara pribadi atau keluarga dengan Uskup. Untung bapak Uskup lumayan sabar. Sesudahnya, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di bedeng dengan hiburan orkes keroncong asuhan bapak Ade dari wilayah Bonang. (Foto-foto hasil jepretan Pak Jo Hanapi).

Heri Kartono, OSC

Selasa, 10 Agustus 2010

Karyawan Pastoran


BUKAN MIKROSOF

Pak Bono adalah karyawan yang rajin, terutama kalau disuruh. Orangnya periang dan polos. Saya dan pastor Surono kerap tertawa karena ulah pak Bono yang polos itu. Tugasnya sehari-hari adalah menjaga kebersihan pastoran, mencuci pakaian dan menyiapkan makanan. Kami mendapat makanan dari umat. Pak Bono tinggal menyiapkan atau memanaskannya saja.

Suatu hari saya dan pastor Surono sedang sarapan. Sewaktu saya mengambil tahu, ternyata dingin. Sayapun memanggil pak Bono. “Pak Bono, tolong panaskan tahu ini ya!”. Dengan sigap pak Bono membawa tahu itu ke dapur. Di dapur tersedia dua kompor dan sebuah microwave. Sejurus kemudian pak Bono muncul dari balik pintu dapur dan berteriak: “Romo, manasin-nya pakai MIKROSOF saja, biar cepat ya?”. Mendengar kata mikrosof, kami langsung tertawa terbahak-bahak. Kami tahu, yang dimaksud pak Bono pastilah microwave.

Sesudah puas tertawa, saya berkata, setengah berteriak: “Pak Bono, bukan Mikrosof tapi MIKROLET…..!!”. Kami tertawa sekali lagi sampai sakit perut…

Heri Kartono OSC