Kamis, 30 Juni 2011

Karyawan St.Helena (1)



KO DI RONDE PERTAMA

Tanggal 29 Juni 2011 adalah hari libur, hari besar dan hari yang amat menyenangkan, sekurangnya bagi karyawan paroki St.Helena. Hari ini seluruh karyawan bersama keluarganya mengadakan piknik bersama ke Dunia Fantasi, Ancol. Adapun yang mengatur acara ini adalah bu Rini, HRD paroki St.Helena, dibantu bu Betty dan bu Ningsih, seksi Rumah Tangga.

Kami berangkat pukul 08.30 beriringan dengan 4 kendaraan, termasuk kendaraan pastor paroki. Suasana riang gembira sudah terasa sejak dari bedeng. Bu Betty dan bu Ning sibuk mengatur perbekalan: nasi kotak, snack dan minuman mineral. Perjalanan lancar dan cuaca amat bagus.

Nampaknya banyak orang memilih tujuan yang sama untuk melewatkan hari libur. Dufan terasa penuh sesak dengan manusia. Untuk antri tiket-pun harus memiliki kesabaran besar. Bu Rini yang mengorbankan dirinya untuk antri, sempat kesal. Pasalnya, harga tiket ternyata lebih mahal 20% dari biasanya. Sementara itu, para karyawan dan keluarganya, memanfaatkan waktu menunggu dengan membuka bekal yang dibagi seksi Rumah Tangga. “Lumayan, sarapan kedua!”, ujar pak Jana yang baru pertama kalinya ke Dufan.

Sesudah tiket didapat, kami beramai-ramai memasuki Dufan. Di semua wahana orang harus antri. Satu-satunya tempat dimana tidak terlihat antrian adalah Musola! Sementara antrian paling panjang adalah di wahana Istana Boneka.

Daya tahan karyawan St.Helena dan keluarganya rupanya tidak sehebat penampilannya. Anak pak Jamong, laki-laki sejati meski bernama Fero, adalah yang pertama tumbang. Ia muntah-muntah sesudah turun dari permainan Pontang-Panting. Pak Jamong sendiri juga mengikuti jejak anaknya, tumpah. Yang mengharukan adalah para Satpam kita. Badan mereka tegap-tegap dan berotot. Dengan gagah berani, mereka langsung memilih permainan paling berat: Tornado. Sesungguhnya permainan ini membutuhkan nyali dan ketahanan fisik yang bagus. Hampir semua orang yang ikut dalam permainan ini menjerit-jerit histeris. Maklumlah, tubuh mereka dihempas-hempas dan dijungkir-balikkan di udara dengan kecepatan tinggi. Sesudah turun dari Tornado, pak Ivan yang berbadan paling kekar, berjalan terhuyung-huyung dengan wajah pucat pasi. Ia langsung mencari kursi untuk duduk, menenangkan diri. Pak Alex malah lebih parah. Ia tiba-tiba seperti yang kehilangan gairah hidupnya. Ia dipapah berjalan ke belakang pohon untuk muntah. Saat ditawari untuk mengikuti permainan berikutnya, dengan lemah pak Alex menjawab: “Cukup…!”. Para Satpam St.Helena yang perkasa itu nampaknya langsung KO di Ronde pertama!

Heri Kartono.

8 komentar:

  1. Pastilah menjadi acara yang mengakrabkan seluruh personal St Helena yang jumlahnya cukup banyak juga ya seperti tampak di foto.Sebenarnya yang ingin ku ketahui adalah apa saja yang dinaiki oleh bos St Helena ya? He he..Apa beraninya hanya Istana Boneka!?( Rosiany T Chandra)

    BalasHapus
  2. MF Endah Lestari30 Juni 2011 pukul 09.49

    Bravo pastor Heri, rajiiin sekali sudah lgsg posting di blog! Salut! Senang sekali bisa terlibat di acara kebersamaan bersama para keluarga karyawan pastoran & Gereja St. Helena spt kemarin. Bapak2 satpam ternyata bakat juga jadi model yaa Pastor, spt yg di foto Pastor di atas...heheheheee... *MF Endah L*

    BalasHapus
  3. Hahahahhah... Cerita yg bagus skl, foto"nya jg bercerita, foto satpam yg gagah tp muntah" ,hahhahahah....foto dan ceritanya sgt 'hidup'. Pastor Heri mmg cocok menulis yg menghibur, memberi suasana ceria. Itu mnrt aku lho. Hebat! (ML)

    BalasHapus
  4. kebersamaan yang sangat luar biasa pastinya....

    BalasHapus
  5. Ooh..kebersamaan yang sangat mengesankan, dan kisah yang mengharukan hati. Oh Dunia Fantasi, kami datang untuk bergembira bersama, walau tak dinyana ternyata kami disiksa. Kenangan yang unik akan kebersamaan yang hangat, pasti takkan terlupa. Dan pasti utk acara kebersamaan berikutnya, para bapak yang perkasa, akan berlomba-lomba memunculkan ide-ide tujuan wisata yang berbeda...hahaa...proficiat pengalaman tak terlupakan dan kisah indahnya, Rm Heri. Oya fotonya itu sebelum atau sesudah naik wahana ya, Romo ? he..e..ee....(Uti Malang)

    BalasHapus
  6. Yang ingin aku tahu adalah Romo Heri naik apa ya? Kalo Romo naik sepeda mini pasti pusing dan mabuk, kalau sepedanya dinaikin ke jetkoster...he..he..

    BalasHapus
  7. Mo, ada yang ketinggalan ceritanya , bos St Helena , mencari wahana yang ber AC utk " meditasi "

    BalasHapus
  8. Mo, aku skr jadi bodo, ga bisa kasih komen di blognya Romo. Udah bbrp kali aku kirimkan, tp ga sampe2 jg....

    sori....

    BalasHapus